Menurut Dr Adian Husaini, Founder AdianHusaini.com (AHC), seorang pakar pendididkan Islam berbasis adab, tantangan terbesar umat Islam hari ini adalah tantangan ilmu. Menurutnya, umat Islam dalam keadaan seperti ini karena ilmu yang dipelajari salah.
“Ilmu yang dipelajari membuat umat Islam tidak tahu menempatkan sesuatu pada tempatnya, yang menyebabkan kerancuan,” ujarnya.
Menurutnya, semua akar masalahnya adalah hilangnya adab (loss of adab). Hilangnya adab menjadikan hilangnya disiplin (loss of discipline). Hal ini berdampak pada masalah sosial, ekonomi, politik, dan pemikiran.
Begitu intens mencermati masalah ini, pria yang kini fokus pada Pendidikan berbasis adab ini bahkan sempat membuat dua buku bertema penanaman adab dan keadilan dalam pendidikan; “Mewujudkan Indonesia Adil dan Beradab” dan buku “Pendidikan Islam Mewujudkan Generasi Gemilang Menuju Negara 2045.”
Buku ini diambil dari hasil meneliti puluhan disertasi mahasiswa S3 tentang pendidikan berbasis adab. “Saya menarik kesimpulan bahwa pendidikan Islam yang ideal memiliki tiga prinsip utama,” ujarnya.
Dipaparkan lebih lanjut, Pertama, mendahulukan adab sebelum ilmu. Kedua, mengutamakan ilmu fardhu ‘ain (ilmu agama yang wajib diketahui seorang Muslim). Dan Ketiga, memilih secara tepat ilmu fardhu kifayah sesuai potensi diri dan kebutuhan masyarakat.
“Jika konsep pendidikan Islam diterapkan sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah dalam Surat Luqman ayat 12-19, maka model pendidikan ini sudah mapan,” ujarnya.
Menurutnya, jika kita ingin menyongsong kebangkitan Islam 2045, Indonesia harus memperbaiki sistem pendidikan dengan mengedepankan adab.
Sebab menurutnya, menargetkan Indonesia sebagai negara maju 2045 dengan income per kapita 27 juta per bulan, harusnya ukurannya tidak hanya dari aspek material.
Ia bahkan mengusulkan, jika pendidikan tinggi ingin benar-benar melahirkan pemimpin yang baik, maka tes masuk perguruan tinggi tidak hanya soal akademik, tetapi juga tes adab dan akhlak.
“UGM, ITB, UI, dan universitas lainnya harus menjadi seperti pondok pesantren. Dosen dan rektor tinggal di kampus, mahasiswa pun hidup di lingkungan yang membangun adab dan karakter,” ujarnya.
Indonesia, menurut Adian, masih punya waktu beberapa tahun ke depan untuk mempersiapkan generasi yang akan memimpin di berbagai bidang. “Kita harus menjadi generasi yang beradab dan membawa manfaat bagi umat, sebagaimana pesan Rasulullah bersabda “Khairunnas anfa’uhum linnas” (Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama),”pungkasnya. Jadi, jika kita ingin kebangkitan umat Islam 2045, harus kembali kepada pendidikan berbasis adab.