Ustadz Dr. Adian Husaini menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki peran fundamental dalam menjaga akidah dan membentuk peradaban umat. Ia mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh direduksi sekadar sebagai proses persekolahan formal.
“Pendidikan itu bukan hanya soal sekolah, bukan sekadar kurikulum dan ijazah. Pendidikan adalah proses membentuk manusia beriman, berilmu, dan berakhlak,” tegas Ustadz Dr. Adian dalam sebuah kunjungan ke salah satu pondok pesantren.
Ia juga menyoroti kebingungan konseptual dalam sistem pendidikan modern, termasuk penggunaan istilah dan struktur lembaga pendidikan yang sering kali kehilangan ruh pendidikan Islam.
“Kita sering bingung sendiri dengan istilah-istilah pendidikan. Ada Sekolah Tinggi, ada Madrasah Aliyah, tapi yang lebih penting dari nama adalah arah dan tujuan pendidikannya,” ujarnya.
Ustadz Dr. Adian juga menekankan peran strategis pesantren sebagai pusat pembinaan ilmu dan akhlak. Menurutnya, tujuan utama pendidikan bukan sekadar penguasaan pengetahuan, melainkan pengamalan ilmu dalam kehidupan nyata.
“Ilmu itu bukan untuk dibanggakan, tapi untuk diamalkan. Kalau ilmu tidak membawa kita semakin dekat kepada Allah, maka ada yang salah dengan pendidikan kita,” katanya.
Ia mengingatkan bahaya kecenderungan pendidikan modern yang terlalu mengutamakan kesuksesan duniawi dan melupakan pembinaan spiritual.
Ustadz Dr. Adian turut menjelaskan konsep jihad dalam pendidikan, yang dimaknai sebagai kesungguhan melawan kebodohan, hawa nafsu, dan penyimpangan nilai.
“Mengajar, mendidik, dan membimbing umat itu bagian dari jihad, jika diniatkan untuk menegakkan kebenaran dan mencari rida Allah,” ujarnya.
Ia menutup ceramahnya dengan ajakan kepada seluruh pendidik untuk memandang profesinya sebagai amanah dan ibadah.
“Kalau para guru lurus niatnya, insyaAllah pendidikan Islam akan melahirkan generasi yang berilmu, bertakwa, dan siap memimpin umat,” pungkasnya.
(Yons Achmad/produser adianhusaini.com)