Membendung Arus Liberalisme

Disarankan Untuk Dimiliki

Di pentas dunia pemikiran Islam kontemporer saat ini, Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud menduduki posisi yang unik. Ia berguru kepada dua pemikir besar: Prof. Fazlur Rahman dan Prof. Syed Muhammad Naquib al Attas. Dengan latar belakang aktivisme dan intelektualisme yang kuat, Prof. Wan Mohd Nor mampu meramu perjalanan pemikirannya, bergerak dari alam neomodernisme kemudian menjadi pemikir dan penyeru gerakan Islamisasi Ilmu.

Baca di sini

Irshad Manji, Kebebasan Akademik, dan “Salam Pantat”

Acara diskusi Irshad Manji, yang bertema “Agama, Kebebasan, dan Keberanian Moral", di Kampus Universitas Gajah Mada (UGM), 9 Mei 2012 dibatalkan pimpinan Universitas.  Situs www.merdeka.com (9/5/2012) memberitakan bahwa dalam akun twiternya, Irshad Manji menyebut, Rektor UGM-lah yang membatalkan diskusi yang diselenggarakan di Center  for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) –pasca sarjana UGM tersebut.

Read more...
   

Promo Lesbi, Hina Nabi, Lecehkan Al-Qur’an

Sebagian pegiat legalisasi homoseksual dan lesbianisme, tampaknya menjadikan Nabi Luth a.s. sebagai sasaran kebencian dan umpatan mereka. Al-Quran memang menggambarkan perjuangan Nabi Luth a.s. yang begitu berat dalam menghadapi kemunkaran yang dikerjakan kaumnya, sehingga Nabi Luth diusir dari kampungnya.

Al-Quran menggambarkan perjuangan Nabi Luth sebagai berikut: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya:

Read more...
   

Keteladanan Imam Hanafy dalam Soal Jabatan

Di tengah carut-marutnya dunia hukum dan kepemimpinan di negeri kita, ada baiknya kita menengok kembali kisah kehidupan Imam Abu Hanifah atau Imam Hanafy, seorang ulama besar, yang sangat terkenal ketinggian ilmu dan akhlaknya. Imam Abu Hanifah lahir di Kufah pada 80 Hijriah (699 M) dan wafat pada tahun 150 Hijriah (767 M), tepat saat Imam al-Syafii lahir. Sering dikatakan, Imam yang satu pergi, datang Imam yang lain. Nama asli beliau sejak kecil adalah Nu’man bin Tsabit bin Zautha bin Mah.

Sejak kecil, Imam Abu Hanifah hidup di tengah keluarga pedagang. Setelah dikenal sebagai seorang yang alim sekali pun, dia juga menjalankan perniagaan. Kehidupan Imam Hanafy pada masa hidupnya mengetahui peristiwa pergantian Kepala Negara dari tangan banu Umayyah ke tangan banu Abbasiyah. Beliau dilahirkan pada  masa pemerintahan Abdul-Malik bin Marwan; kemudian ketika tahun 127 Hijriah, Kepala Negara jatuh di tangan Marwan bin Muhammad Al-Ja’dy (dari Banu Umayyah yang ke 14). Dan inilah akhir pemerintahan Banu Umayyah.

Read more...
   

VIDEO

Login Form

Follow us

Facebook
We have 10 guests online
You are here: Home