Masalah Kata ”Allah” di Malaysia dan Indonesia (Siapa Pelanjut agama Ibrahim?) – (1) PDF Cetak E-mail

Pengantar: Masalah penggunaan kata ”Allah” di Malaysia sekarang menyita banyak perhatian masyarakat internasional. Tidak hanya di Malaysia, di Indonesia pun, sejumlah media massa menurunkan berita dan opini seputar masalah ini. Sejumlah pihak mengirimi saya beberapa berita dan opini melalui emel dan meminta tanggapan. Untuk sedikit menjernihkan masalah ini, berikut ini saya turunkan tulisan, yang – karena agak panjang – saya bagi menjadi tiga serial Catatan Akhir Pekan (CAP) ke-277, 278, dan 279). Sebagian data di sini sudah pernah kita sajikan dalam CAP-CAP sebelumnya. Untuk memudahkan pemahaman, data itu kita ungkapkan lagi, diramu dengan berbagai data baru yang penulis temukan. .

Kasus “penggunaan kata Allah” di Malaysia rupanya masih belum berujung. Kasus yang sudah bermula tahun 2007 ini kembali memanas setelah Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur pada 31 Desember 2009 membenarkan penggunaan kata ''Allah'', sebagai pengganti kata Tuhan, oleh surat kabar Katholik Herald-The Catholic Weekly terbitan Gereja Katolik Roma, Malaysia.

Alkisah, kaum Muslim di Malaysia, diwakili pemerintah Malaysia,  berkeberatan dengan keputusan tersebut dan mengajukan Banding ke peradilan yang lebih tinggi. Di Malaysia, masalah ini memang sangat menyita perhatian publik. Pada 1 April 2009 lalu, saya sempat menghadiri sebuah seminar tentang kontroversi penggunaan kata Allah bagi Majalah Katolik ini di Kuala Lumpur. Bagi kaum Muslim dan pemerintah Malaysia, pelarangan penggunaan nama Allah bagi kaum non-Muslim memang memiliki dasar hukum yang kuat. Sebab, di hampir seluruh negara bagian di Malaysia, memang ada peraturan yang melarang kaum non-Muslim menggunakan sejumlah istilah khas dalam Islam, seperti Allah, Baitullah, Rasulullah, dan sebagainya.

Selanjutnya...
 
Masalah Kata ”Allah” di Malaysia dan Indonesia (Siapa Pelanjut agama Ibrahim?) – (2) PDF Cetak E-mail
Sebagaimana konsep Islamic worldview  (pandangan-alam Islam) yang ditandai dengan karakteristiknya yang otentik dan final, maka konsep Islam tentang Tuhan, menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas,  juga bersifat otentik dan final. Itu disebabkan, konsep Tuhan dalam  Islam, dirumuskan berdasarkan wahyu dalam al-Quran yang juga bersifat otentik dan final. Konsep Tuhan dalam Islam memiliki sifat yang khas yang tidak sama dengan konsepsi Tuhan dalam agama-agama lain. Konsep Tuhan dalam Islam tidak sama dengan konsep Tuhan dalam tradisi filsafat Yunani; tidak sama dengan konsep Tuhan dalam filsafat Barat modern atau pun dalam tradisi mistik Barat dan Timur.

Bagi orang Barat modern, Tuhan tidak lagi dianggap penting kedudukannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bahkan, sebagian filosof Barat menganggap ”kehadiran Tuhan” dapat mengganggu kebebasan mereka. Karen Armstrong, dalam bukunya, History of God, mengutip pendapat Jean-Paul Sartre (1905-1980), yang menyatakan: “… even if God existed, it will still necessary to reject him, since the idea of God negates our freedom.
Selanjutnya...
 
Masalah Kata ”Allah” di Malaysia dan Indonesia (Siapa Pelanjut agama Ibrahim?) – (3) PDF Cetak E-mail
Pada bagian sebelumnya telah dibahas sekilas persoalan nama Tuhan dalam agama Kristen. Kaum Kristen memang sudah beratus-ratus tahun lalu menggunakan kata ”Allah” di negeri-negeri Arab dan juga di wilayah Melayu-Indonesia. Tetapi, ada peraturan di Malaysia yang sejak tahun 1980-an sudah melarang kaum Kristen menggunakan kata Allah dan sejumlah istilah Islam lain. Selama itu sudah ada sejumlah tokoh Kristen yang protes tetapi tidak sampai membawa kasusnya ke pengadilan.  Kasus ini semakin merebak dan menyedot perhatian masyarakat internasional, setelah kaum Katolik membawa kasus ini ke Pengadilan.

Ketersinggungan dalam soal penggunaan istilah dan simbol-simbol agama bukan hal baru di kalangan umat beragama. Kaum Muslim di Malaysia memandang, kata Allah sudah menjadi bagian yang sah dari istilah dan simbol agama Islam. Saya pernah mendengar cerita dari seorang tokoh Hindu, bahwa kaum Hindu Bali pernah memprotes kaum Kristen yang mendirikan lembaga Pendidikan dengan menggunakan nama Om Swastiastu. Begitu juga kaum  Hindu berkeberatan dengan sebutan ”Sang Hyang Widhi Yesus”.
Selanjutnya...
 
E-book: Pluralisme Agama, Musuh Agama-Agama PDF Cetak E-mail

Pluralisme Agama yang dibahas dalam buku setebal 37 halaman ini didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan yang sama. Jadi, menurut penganut paham ini, semua agama adalah jalan yang berbeda-beda menuju Tuhan yang sama. Atau, mereka menyatakan, bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak, sehingga – karena kerelativannya – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini, bahwa agamanya lebih benar atau  lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar. Bahkan, menurut Charles Kimball, salah satu ciri agama jahat (evil) adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak (absolute truth claim) atas agamanya sendiri.

Download di sini: 

 
INFO PENDIDIKAN PDF Cetak E-mail
PEMBUKAAN KELAS KHUSUS
SMP ‘PESANTREN HUSNAYAIN’ SUKABUMI
(HUSNAYAIN ISLAMIC BOARDING SCHOOL)


Assalaamu’alaikum wr.wb.

Kepada yang saya hormati, teman-teman INSISTS dan kaum Muslimin pada umumnya, yang mempunyai anak perempuan yang akan memasuki bangku SMP, saya sampaikan informasi, bahwa setelah dua kali berkunjung ke PP Husnayain di Sukabumi dalam bulan Januari ini, saya memutuskan untuk menyekolahkan anak saya ketiga ke SMP Husnayain di Sukabumi ini. Dan setelah bermusyawarah dengan pimpinan pesantren, yaitu K.H.A. Cholil Ridwan Lc, Ust. Nirwan Syafrin MA, dan sebagainya, maka mulai tahun 2010 ini, Pesantren Husnayain akan membuka KELAS KHUSUS PUTRI untuk tingkat SMP. Kelas khusus ini akan ditangani secara serius untuk menghasilkan lulusan SMP yang unggul, yang Insya Allah memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Beraqidah Islam yang kuat.
2. Berakhlak mulia (memiliki adab yang baik) dan ghirah Islam yang tinggi.
3. Menguasai praktik ibadah dengan baik.
4. Hafal al-Quran 2-5 juz (tergantung kemampuan siswi).
5. Menguasai bahasa Arab dan Inggris.
6. Punya kemampuan berkomunikasi (lisan dan tulisan) yang baik.
7. Menguasai pelajaran sekolah (utamanya yang diujikan secara nasional) dengan baik.
8. Menamatkan membaca minimal 20 buku sastra.
9. Mempunyai wawasan pengetahuan umum dan sejarah yang benar.
10. Menguasai salah satu cabang bela diri.
Selanjutnya...
 
Musuh Agama-Agama PDF Cetak E-mail
“Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk, saya mengatakan, semua agama adalah tepat berada pada jalan seperti itu, jalan panjang menuju Yang Mahabenar. Semua agama, dengan demikian, adalah benar, dengan variasi, tingkat dan kadar kedalaman yang berbeda-beda dalam menghayati jalan religiusitas itu. Semua agama ada dalam satu keluarga besar yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak pernah ada ujungnya.” 

Begitulah salah satu pernyataan tegas seorang pendukung paham Pluralisme Agama di Indonesia, seperti ia tulis dalam artikel di satu koran nasional. Pandangan semacam ini kemudian menyebar ke berbagai penjuru. Klaim kebenaran agama bagi pemeluk masing-masing, dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Seolah-olah, kerukunan umat beragama harus dibangun di atas landasan teologi pluralis yang melarang setiap pemeluk agama meyakini kebenaran agamanya masing-masing.
Selanjutnya...
 
You must have Flash Player installed in order to see this player.

Login Form



BUKU

membendung.jpg

ISLAMIA

voliiino3.jpg

"Jaahidul musyrikiina biamwalikum, waanfusikum, waalsinatikum." (HR. Ahmad, AnNasai, Abu Dawud). "Liberalisme haram di anut umat Islam" (Fatwa MUI, 2005). Anda ingin berpartisipasi dalam dakwah ini? Salurkan infaq fi sabilillah untuk membendung gelombang liberalisme dan perusakan Islam di Indonesia ke BSM No. 128.000.7219 A.n. DEWAN DA'WAH QQ GHAZWUL FIKRI.

Mengapa Kita Kalah

Tahun 1969, menyusul kekalahan Arab dalam Perang Tahun 1967, Dr. Yusuf Qaradhawi menulis satu buku berjudul: ”Dars an-Nukbah ats-Tsaniyah: Limadza Inhazamnaa wa Kaifa Nantashir.” (Diterbitkan di I [ ... ]


Surat Paus untuk Tibo

Beberapa hari lalu, eksekusi terhadap tiga terpidana mati beragama Katolik, yakni Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu,  ditunda lagi. Padahal, sebelumnya, segala sesuatu sudah disiapka [ ... ]


Dunia Pendidikan dan Misi Kristen

Untuk beberapa waktu (di sekitar Mei 2003), masalah RUU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) menjadi perhatian besar masyarakat, karena 10 Juni 2003 merupakan tanggal yang direncanakan untuk mengesa [ ... ]


Artikel Lainnya